Catatan Popular

Jumaat, 28 Februari 2014

NASEHAT UNTUK HABAIB DAN SYAROIF DARI HABIB THOHIR AL-KAFF

… Bagaimana engkau mengaku dzurriyyah dan ummatnya, sedang engkau tak peduli terhadap sunnah Nabi SAW. Tak mau tahu terhadap sunnah beliau. Nabi Muhammad SAW sendiri yang ma’shum yang terbebas dari dosa. Namun beliau beribadah hingga kakinya bengkak. Bengkak bukan karena cari duit, bukan karena cari jabatan. Sehingga aisyah ra kasian dan berkata: “mengapa engkau lakukan ini ya Rasulullah? Bukankah engkau telah diampuni oleh Allah? Engkau lakukan ini hingga kakimu bengkak?”
Rasulullah SAW menjawab: “Aku ingin jadi hamba Allah yang bersyukur atas karunia-Nya.”
Dan beginilah salafunas shaleh, beginilah mereka orang-orang yang dekat dengan Allah, beginilah Habib Ali Al-Habsyi, beginilah Imam Al-Haddad … Tidak akan datang sesuatu sedang kita sedang kita tidur nyenyak. Tidak ada …
Semua harus berusaha, harus mengamalkan, harus menjalankan. Pegangi dalam diri kita. Ikuti jalan para salaf. Ikuti ajaran salaf. Sudahlah, Tak ada orang lain. Gak ada pegangan lain kecuali salaf kita. Tak akan kau dapati teladan seperti mereka. Jangan sok pinter, jangan sok alim. Engkau akan dapati lainnya? Tak ada … “ kata Habib Ali Al-Habsyi.
Semua musibah kecil kecuali musibah kalau sudah mengena anak cucu Nabi Muhammad SAW. Anak cucu Nabi Muhammad SAW diibaratkan perahu. Kalau sudah safinahnya rusak, kalau sudah perahunya bocor dan bobrok. Maka tenggelamlah ini umat. Tenggelam …
Jangan lepas dari salaf. Berubahlah kita. Jadikan hidup kita seperti mereka. Cukup di hadapan kita adalah mereka para salaf …
… Dulu Habib Alwi Al-Habsyi berkata: “di Indonesia penuh dengan auliya’ …” dari itulah mari generasi sesudahnya menghidupkan itu semua. Aamiin ya Allah …
Ketahuilah, orang alim akan diangkat derajatnya oleh Allah ta’ala namun seorang sayyid / habib akan lebih mulia. Ini nasehat dari Al-Imam Muhamad Al-Baqir kepada anaknya, Al-Imam Ja’far As-Shadiq. Tapi kalau kau bodoh, untukku dan untukmu ini lebih bodoh. Kalau orang lain bodoh itu jelek tapi kalau ada sayyid bodoh itu lebih jelek.
Ingat, Al-Qur’an turun di mana dan kepada siapa? Jaddana Muhammad. Apakah kita akan tinggalkan? Apakah kita akan lepaskan? Apakah kita tidak sadar, siapa yang bawa agama ini? Yang paling bertanggungjawab siapa? Yang akan bangkit siapa? sentralnya adalah Nabi Muhammad SAW. Dan kita adalah cucunya …
Kalau sampai akhlaq kita kalah dengan akhlaq mereka yang bukan anak cucu Rasulullah SAW. Kalau sampai perhatian kita terhadap agama kalah. Bahkan yang lain berjuang untuk agama, yang lain alim, yang lain menyerahkan hartanya, yang lain dan yang lain … Sedangkan apa yang kita lakukan???
Dengan segala hormat saya mohon maaf. Insya Allah ini karena ghirah Alawiyyah. Kita ingin para habaib kita menjadi semua tokoh yang meneruskan perjuangan Habibuna Muhammad SAW, yang memberikan suri tauladan, yang membrikan contoh akhlaq yang indah. Karena mereka yang paling pantas untuk menjalankannya. Semua umatnya secara umum pantas bahkan harus. Namun anak cucu Nabi Muhammad SAW lebih pantas dan lebih wajib daripada yang lain.
Camkanlah nasehat dari salaf kita untuk berpegang teguh terhadap apa yang diajalankan mereka. Habib Ali Al-Habsyi sering kali menasehati agar selalu berpegang teguh kepada salaf. Kalau kita melakukan hal itu niscaya kita akan berada di tengah -tengah salaf. Dan inilah jalan yang membuat kita tak putus dengan Nabi Muhammad SAW. mengerikan kalau kita sampai putus hubungan dengan Nabi Muhammad SAW. Kalau sampai tak diakui cucu beliau. Kalau sampai gak bisa bertemu dengannya. Siapa yang akan menolong kita? Jangan sampai Rasulullah SAW berpaling dari kita.
Tinggalkan pikiranmu yang tak benar. Tinggalkan buku-bukumu yang menyesatkan itu. Jangan gadaikan ahlussunnah … Kalau bisa sempatkan tulis nasabmu agar engkau ingat, Al-Faqihil Muqaddam jaddi … , Abdurrahman Assegaf jaddi … , Syaikh Abubakar bin Salim jaddi … , Umar bin Abdurrahman jaddi … , Abdullah bin Alwi Al-Haddad jaddi … , Ali bin Muhammad Al-Habsyi jaddi ... mereka semua adalah kakekku. Kok pakaianku seperti ini? Kok sholatku begini? Kok ibadahku seperti ini? Kok keluargaku seperti ini? Kok anak-anakku sepeti ini? Mana kita dan mana mereka? Kok di dunia saja sudah putus. Jangan-jangan di akhirat akan putus.
Ya Allah, jangan Engkau sia-siakan majelis ini bihaqqi Sayyidina Muhammmad bi haqqi Al-Habib Ali Al-Habsyi . Ya Allah … rubahlah keadaan kami. Ya Allah, hawwil halana ila halil auliya’ hawwil halana ila halis salaf, hawwil halana ila halis shalihin. Jadikan kami dan keluarga tak putus dengan Nabi Muhammad SAW dan para salaf, di dunia maupun kelak di akhirat. Selalu bersambung terus dengan mereka. Wa alhiqna bisshalihin …
¤¤¤
Apa yang alfaqir tulis ini adalah potongan ceramah dari yang mulia Al-Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaff saat Haul Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Solo pada hari Jum'at, 21 Rabiuts Tsani 1435 / 21 Februari 2014

Tiada ulasan:

Catat Ulasan